a Lonely Lady

lonely lady -  [januari]

 

Loneliness never simple as we thought. There are great silence, the solitude. Waiting the hopes never comes. When surrounding those people, it’s like a getting stand in crowd.

 

At least, in silent we find who we are and what inside ours. And we realize that everything just an illusion.

Well, enjoy my pleasure of my silent solitude.

The Lady Commander

lady commander -  [februari]

 

It’s the time to woman to rule the rule. I think it’s the impact of “Ladies first!”. LOL.

 

Actually, I don’t know what words to describe this photo. Just enjoy will you?

Book Reviews : The Cuckoo’s Calling by Robert Galbraith

18802299

 

 

[ ENGLISH REVIEW ]

 

Honestly, until now I am still confused, why a J.K Rowling uses a new pseudonym as Robert Galbraith as the author of this book. Although her reason for finding a new sensation in the world of writing, well, I got a little bit of thought others would be this. And I am confident, her loyal readers, who are in the streets in a bookstore, their lack of information needed, and this book a cursory look at the rows of booths new releases, certainly was clicking judge this book as a new book, a new tale of a writer, newcomers, before reading more detail names are displayed in various testimony contained in this book after the name Robert Galbraith.

 

Back to the topic, I was confused and a bit suspicious about the “new game” of Robert Galbraith or J.K Rowling. Confusion as if it was, I did not know, and personally I intend to find out in the future, about the true intentions of a Robert Galbraith’s. I calculated also of my skills as well as the detective genre this time, who knows a time Robert Galbraith or J.K Rowling herself who will inform directly the four eyes, like Cormoran Strike interview or interrogate those closest to Lula on the odd death. *Pairs of sunglasses while jamming cigar*

 

This book is about the investigation of the death of famous models in the world entertainment of England, Lula Landry. Almost all people believe that death is a background of Lula suicide, but not for the majority of colleagues and family. After 3 months of his death, Lula’s brother, John Bristow ask for help to a private detective, Cormoran Strike, Strike assisted temporary assistant, Robin, to reveal the mode of death of Lula. Lula is believed that death was not a suicide, but there is a catch. Lula was not finished with death, Strike surprised by the discovery of Rochelle Onifade corpse floating in the river Thames. Rochelle itself is a close friend of Lula. This is clearly the mysterious of something in the dark. Well, This is where the story begins.

 

Cormoran Strike, which interviewed directly every acquaintance Lula to dig information. This book is about a detective investigation of a case, then 85% of this book we will be taken to a lot of character, a lot of names and character, there intelligent questions here and extracting information bring by a detective. And not unexpectedly, that’s the culprit. What a….

 

I imagine, if you have a boss in the office like figure of Cormoran Strike, must be very pleasant. Millennium is now very rarely find a boss who wants to apologize directly to subordinates about the mistakes he had made. Like when Strike the express request apology to Robin, because he was drunk and did some shameful act after he and his assistant were drinking at the bar. If you have a boss like figure Strike, intricate work certainly does not feel, because as we subordinates will often invited to go sightseeing, enjoy a cake together with boss in the office and on the weekends, together we will explore the joy of beer. And as a beer connoisseur, I will devote this to stabilize the brain power in everyday life, I am quite interested. Wow!

 

After reading the last page of this book which is covered by a few stanzas that whether it’s a song or poem, I realized that my detective skills so bad. * Even so, his sunglasses still stay on it’s spot but the cigar is up *.

I was able to break out of the adventure;
I want to drink in my life due to the firm;
Until the dregs; throughout time have savored
Well as with those that I love,
Or when I’m alone accompany themselves;
On the sloping beach, Hyades star clusters falling like a thunderstorm
Faint light a paving oceans; I transformed a row of names …,

From the initial interviews were conducted Strike against those closest to Lula, I inwardly immediately suspected that “oh, he’s definitely the culprit”, and after moving to the next person, I immediately said, “hmm, first offender certainly play a role under the direction of this person “. And so the case was revealed, I was immediately say, “yep, exactly what I think, surely this is the man!”, Even though the actors out of the list of people who I suspect rang earlier. Ha Ha Ha Ha! And it certainly would make me ashamed if one day, as I mentioned in the first paragraph of my review, I will be misguided and an awkward moment was held, when confronted face to face interview J.K Rowling and know what it actually is behind J.K Rowling uses a pseudonym as Robert Galbraith. * Up to this line, sunglasses I still stay tune on it’s spot!

[ INDONESIAN REVIEW ]

Jujur saja, hingga saat ini saya masih bingung, mengapa seorang J.K. Rowling menggunakan nama samaran baru sebagai Robert Galbraith sebagai penulis dalam buku ini. Meskipun dengan alasan menemukan sensasi baru dalam dunia menulisnya, well, saya agak sedikit punya pemikiran yang lain akan hal ini. Dan saya yakin, para pembaca setianya, yang sedang jalan-jalan di sebuah toko buku, yang kekurangan informasi, dan melihat buku ini sepintas dalam jejeran Stand new release, pasti sempat meng-judge buku ini sebagai buku baru, kisah baru dari seorang pengarang, pendatang baru, sebelum membaca lebih detail nama yang terpampang dalam berbagai testimoni yang tertera pada buku ini setelah nama Robert Galbraith.

 

Kembali ke laptop, saya bingung dan sedikit curiga tentang “permainan baru” Robert Galbraith a.k.a J.K. Rowling. Kebingungan seperti apakah itu, saya pun tidak tahu, dan secara pribadi saya berniat untuk mencari tahu kedepannya, tentang maksud sebenarnya seorang Robert Galbraith ini. Hitung-hitung juga mengasah skill detektif saya sama halnya dengan genre kali ini, siapa tahu suatu waktu Robert Galbraith atau J.K Rowling sendiri lah yang akan memberitahu secara langsung empat mata, layaknya Cormoran Strike mewawancarai atau menginterogasi orang-orang terdekat Lula atas kematian ganjilnya itu. *pasang kaca mata hitam sambil nge-cerutu ria*

Buku ini berkisah tentang penyelidikan kematian model ternama di dunia entertainmet Inggris, Lula Landry. Hampir seluruh masyarakat percaya bahwa kematian Lula ini berlatarbelakang bunuh diri, tapi tidak untuk sebagian kolega dan keluarganya. Setelah 3 bulan kematiannya, kakak Lula, John Bristow meminta pertolongan ke seorang Detektif Partikelir, Cormoran Strike, dibantu asisten temporer Strike, Robin, untuk mengungkap modus kematian Lula. Dipercaya bahwa kematian Lula bukanlah bunuh diri, melainkan ada udang di balik batu. Belum tuntas dengan kematian Lula, Strike dikagetkan dengan penemuan mayat Rochelle Onifade yang mengapung di sungai Thames. Rochelle sendiri merupakan sahabat dekat Lula. Ini jelas si Udang misterius lah pelakunya. Udangnya siapa? Disinilah kisahnya dimulai.

Kalo kata Bapak Roma Irama, “Gali gali gali lobaaang” dalam sebuah hitnya, maka sama halnya dengan Cormoran Strike, yang mewawancarai langsung setiap kenalan Lula untuk menggali lubang informasi. Buku ini berceritakan tentang pengusutan seorang detektif atas sebuah kasus, maka 85% buku ini kita akan dibawa ke banyak tokoh, banyak nama beserta karakternya, pertanyaan cerdas sana sini dan penggalian informasi yang terlayangkan oleh seorang detektif. Dan tidak disangka-sangka, si itulah pelakunya. Ck ck…..

Saya membayangkan, jika memiliki seorang Bos di kantor seperti sosok Cormoran Strike, pastilah sangat menyenangkan. Era millenium saat ini sudah sangat jarang menemukan Bos yang mau minta maaf secara langsung terhadap bawahannya mengenai kesalahan yang sudah ia buat. Seperti saat Strike yang mengungkapkan permohonan maafnya kepada Robin, karena ia telah mabuk berat dan melakukan beberapa tindakan memalukan setelah ia dan asistennya itu minum di Bar. Jika memiliki Bos seperti sosok Strike, pekerjaan yang rumit pasti tidak terasa, karna sebagai bawahan kita akan sering diajak pergi jalan-jalan, menikmati kue bersama Bos di kantor dan di akhir pekan, bersama-sama kita akan menjelajah nikmatnya bir. Dan sebagai seorang penikmat bir, saya akan mengkhususkan hal ini untuk menstabilkan daya otak di kehidupan sehari-hari, saya cukup tertarik. Wow!

Setelah membaca halaman terakhir buku ini yang ditutupi oleh beberapa bait yang entah apakah itu lagu atau puisi, saya menyadari bahwa skill detektif saya sangatlah cemen. *biarpun begitu, kaca mata hitamnya tetap stay on it’s spot tapi cerutunya sudah habis*.

Aku tak mampu rehat dari petualangan;
Aku mau mereguk tuntas hidupku hingga tandas;
Sampai ampas; seluruh waktu telah kunikmati
Sehikmat-hikmatnya, telah melukaiku secuka-cukanya;
Baik ketika bersama mereka yang kucintai,
Atau saat aku sendiri menemani diri;
Di landai pantai, gugus bintang Hyades berjatuhan bagai hujan petir
Menyalakan samar hampar lautan; aku menjelma sebaris nama
…,

Dari awal wawancara langsung yang dilakukan Strike terhadap orang-orang terdekat Lula, saya dalam hati langsung curiga bahwa “oh, ini dia pasti pelakunya”, dan setelah pindah ke orang berikutnya, saya langsung bilang, “hmm, pelaku yang pertama pasti berperan dibawah arahan orang ini”. Dan begitu kasusnya terungkap, saya pun langsung berkata, “yap, betul apa yang saya pikirkan, pasti ini dia orangnya!”, padahal pelaku tersebut diluar dari list orang-rang yang saya curigai sebelumnya. Hahahaha! Dan hal ini pasti akan membuat saya malu jika suatu saat nanti, seperti yang saya ungkapkan pada paragraf pertama resensi saya ini, saya akan salah kaprah dan an awkward moment pun berlangsung, ketika berhadapan empat mata mewawancarai J.K. Rowling dan mengetahui sebenarnya hal apa yang ada dibalik J.K. Rowling menggunakan nama samaran sebagai seorang Robert Galbraith. *hingga baris ini, kaca mata hitam saya tetap stay tune on it’s spot!”

Book Reviews : Detektif Conan Vol. 1

Telat ngasih review. Maaf! Hehe…

9564356

 

 

Komiknya aku baca sewaktu SMP, Well, sekarang baru bisa hunting back komiknya dan mulai nulis review-nya.

Spesial bintang 4.4 deh. Makasih sudah mau singgah di jejeran rak Gramedia waktu dibeli, gilakk ini Komik langka banget per Volume-nya. Ditunggu sampek bolak-balik masuk gerai, akhirnya ada Volume pertamanya juga. *berbusahh*

Dan juga buat Nostalgia sewaktu SMP dulu. Luar biasaaaa, jadi ingat dulu rela gak jajan di sekolah hanya buat nyewa ngikutin komik ini, di tempat rental! Yuhuuu, tapi dulu entah sampai Volume ke berapa ya?

Volume pertama, yang cukup wah. Awal kenapa Sinichi Kudo badannya jadi mengecil, Alat Pengubah Suara berbentuk Dasi Kupu yang diciptakan oleh Profesor Agasa, dan berlaku sebagai Detektif di belakang layar dari ayah Ran, Detektif Kogoro Mouri.

“Cinta yang tak terbalas, berubah menjadi dendam dan kehancuran.” Conan Edogawa, Sinichi Kudo, Detektif Conan.

How’s My Pose, Dude?

how's my pose dude -  [juli]

This one with clear background.

 

how's my pose dude (with background) -  [juli]

 

And this one with forest’s background.

 

Well, actually I enjoy make this image. Try it using background or not, both of the result looks great for me.

Well, Enjoy please! ;)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 260 other followers

%d bloggers like this: